Ceriaku adalah kamu,
bersamamu ku rencanakan untuk menjejaki 4 kota, Bandung - Kuningan - Surakarta - Brebes
kamu begitu singkat namun sangat memikat hatiku, terkenang.
November 2014 memberikan banyak kesempatan untuk saya mempercepat langkah dan meningkatkan kualitas diri. Kamu mengenalkan saya kepada banyak orang dan tempat yang mendamaikan, membuat saya betah untuk berlama-lama, tapi ini soal waktu, kembali soal perjuangan yang bukan lagi untuk bermain. Percepat langkah, berpindah :)
Hari pertama bersamamu. Bandung. Kali ini acara keluarga, menghadiri akad nikah saudara. Tolong (yang masih single) jangan panik ketika membaca 'akad nikah' cukup saya sendiri yang menulisnya sudah gemetar... ahaaha :D
Penduduk disini terkesan modis dan sangat memperhatikan fashion. Gaya hidup yang sangat bertolak belakang dari desa apalagi saat menghadiri acara, pesta. Jauh dari kata sederhana, kota ini tetap menjadi top list kota yang wajib dikunjungi, dari mulai kuliner makanan, wisata sampai berjubel borong pakaian (sekalipun diskonan, judulnya borong). Tempat ini 'mahal', mengajarkan saya untuk beradaptasi dengan kemampuan yang pas-pasan.
Minggu pertama. Berkemah di Kuningan. Ajakan dari kawan-kawan kampus sebenarnya datang dari akhir Oktober, namun baru sempat direalisasikan pekan itu. Saya tidak pernah merasa kikuk meski masih saja harus bolak-balik, berkumpul dan 'nongkrong' di kampus. Toh, ongkos bensin saat itu belum naik #LOH
Readers, awal perjalanan kami menuju buper sudah sangat menantang, harus menerjang hujan. Tiba di buper tengah malam, langsung mendirikan tenda. Lelah terbayar saat kehangatan membakar ikan dilanjut berbagai obrolan. Saat itu langit malam sangat terang, sangat indah membungkus obrolan. Dan tahukah, inti dari kegiatan perkemahan kami apa? Ternyata ada kejutan untuk saya, hadiah bertambah usia. Dari tempat ini, saya banyak belajar tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan perjuangan. Terima kasih :)
Minggu kedua, Surakarta. Jauh sebelum tahun 2014 saya tidak pernah membayangkan untuk menginjakkan kaki di kota ini. Namun beberapa tahun kebelakang, setelah sayang membuat list kemana saya bisa diterima, kota ini ada didalamnya. Niatnya satu dan yang paling utama untuk belajar! Mantap kaki melangkah, ditambah dorongan kuat dari berbagai pihak, pergilah saya bersama seorang sahabat. Bermodal kebaikan hati, dapat tumpangan untuk tinggal di sebuah pesantren di pusat kota dekat terminal, kami dikenalkan oleh-Nya dengan orang-orang baik. Benar, kota ini ramah, dan sangat menjaga budaya. Mata kami langsung bulat memandang, melihat bersih, tertata bangunan. Aaah benar saja, ini Kota Budaya, tempat asal Bapak Presiden. Solo, atau sering dipanjangkan menjadi Sound of Love, benar-benar membuat saya jatuh hati pada jumpa pertama. Semula niat belajar, hati ini merajuk ingin kenal lebih dan lebih, soal kampus UNS, mesjid agung Surakarta, alun-alun dan Manahan. Tempat ini mengajarkan saya untuk berhati-hati dan menjaga, selain menjaga tatanan bangunan juga menguatkan semangat penuh tekad.
Minggu ketiga. Kembali ngampus. Adik-adik saya jauh hari sebelum minggu kedua telah mengingatkan akan permohonan datang mengisi acara. Ya apalagi, saya tidak bisa dijauhkan dari organisasi. Jiwa saya hidup, dan bakat saya berkembang. Mungkin saya akan mati lebih cepat jika dilarang ini itu #alay
Sore dan pagi di kegiatan berbeda namun sama-sama menjumpai mahasiswa baru. Lihatlah, mereka jauh lebih cantik dan 'gagah' dari si pemateri. Hahaha. Dari tempat ini saya tersadarkan untuk terus berbagi, berbagi bukan karena saya memiliki lebih, tetapi karena saya ada.
Minggu keempat. Brebes, menuju desa bapak tercinta. Agenda rutin, silaturahim. Desa memberikan sebuah renungan tersendiri, ini bukan soal bau tanah khas setelah hujan lagi, pun atau jauh dari gemerlap kota. Desa memberikan satu kedamaian, dimana dunia hanya tentang menunggu mati atau menjemput rejeki dengan giat ke ladang. Para remaja tidak lagi sibuk kebingungan akan memakai baju apa, para anak riang bermain beralas tanah dan juga menantang terik bermain layangan, tanpa harus menangis karena tak memiliki hape. Para guru dan siswa mengayuh sepeda, jarang sekali polusi asap kendaraan, walau banyak juga yang harus berjalan kaki. Tempat ini mengajarkan tentang keserderhanaaan hidup. Sayangnya, satu dari agenda bersamamu ini belum terlaksanakan, tertahan karena satu alasan. Padahal bisa jadi tempat ini menjadi pemanis sebagai penutup perjalanan bersamamu, November ceriaku :)
Bukankah dalam hidup kita harus terus bergerak? Pastinya harus bermanfaat. Namun pertanyaannya, kuatkah kita terus bergerak? BISA, syaratnya dua: (1) make a list what you need and to do, (2) do your best :)
bersamamu ku rencanakan untuk menjejaki 4 kota, Bandung - Kuningan - Surakarta - Brebes
kamu begitu singkat namun sangat memikat hatiku, terkenang.
November 2014 memberikan banyak kesempatan untuk saya mempercepat langkah dan meningkatkan kualitas diri. Kamu mengenalkan saya kepada banyak orang dan tempat yang mendamaikan, membuat saya betah untuk berlama-lama, tapi ini soal waktu, kembali soal perjuangan yang bukan lagi untuk bermain. Percepat langkah, berpindah :)
Hari pertama bersamamu. Bandung. Kali ini acara keluarga, menghadiri akad nikah saudara. Tolong (yang masih single) jangan panik ketika membaca 'akad nikah' cukup saya sendiri yang menulisnya sudah gemetar... ahaaha :D
Penduduk disini terkesan modis dan sangat memperhatikan fashion. Gaya hidup yang sangat bertolak belakang dari desa apalagi saat menghadiri acara, pesta. Jauh dari kata sederhana, kota ini tetap menjadi top list kota yang wajib dikunjungi, dari mulai kuliner makanan, wisata sampai berjubel borong pakaian (sekalipun diskonan, judulnya borong). Tempat ini 'mahal', mengajarkan saya untuk beradaptasi dengan kemampuan yang pas-pasan.
Minggu pertama. Berkemah di Kuningan. Ajakan dari kawan-kawan kampus sebenarnya datang dari akhir Oktober, namun baru sempat direalisasikan pekan itu. Saya tidak pernah merasa kikuk meski masih saja harus bolak-balik, berkumpul dan 'nongkrong' di kampus. Toh, ongkos bensin saat itu belum naik #LOH
Readers, awal perjalanan kami menuju buper sudah sangat menantang, harus menerjang hujan. Tiba di buper tengah malam, langsung mendirikan tenda. Lelah terbayar saat kehangatan membakar ikan dilanjut berbagai obrolan. Saat itu langit malam sangat terang, sangat indah membungkus obrolan. Dan tahukah, inti dari kegiatan perkemahan kami apa? Ternyata ada kejutan untuk saya, hadiah bertambah usia. Dari tempat ini, saya banyak belajar tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan perjuangan. Terima kasih :)
Minggu kedua, Surakarta. Jauh sebelum tahun 2014 saya tidak pernah membayangkan untuk menginjakkan kaki di kota ini. Namun beberapa tahun kebelakang, setelah sayang membuat list kemana saya bisa diterima, kota ini ada didalamnya. Niatnya satu dan yang paling utama untuk belajar! Mantap kaki melangkah, ditambah dorongan kuat dari berbagai pihak, pergilah saya bersama seorang sahabat. Bermodal kebaikan hati, dapat tumpangan untuk tinggal di sebuah pesantren di pusat kota dekat terminal, kami dikenalkan oleh-Nya dengan orang-orang baik. Benar, kota ini ramah, dan sangat menjaga budaya. Mata kami langsung bulat memandang, melihat bersih, tertata bangunan. Aaah benar saja, ini Kota Budaya, tempat asal Bapak Presiden. Solo, atau sering dipanjangkan menjadi Sound of Love, benar-benar membuat saya jatuh hati pada jumpa pertama. Semula niat belajar, hati ini merajuk ingin kenal lebih dan lebih, soal kampus UNS, mesjid agung Surakarta, alun-alun dan Manahan. Tempat ini mengajarkan saya untuk berhati-hati dan menjaga, selain menjaga tatanan bangunan juga menguatkan semangat penuh tekad.
Minggu ketiga. Kembali ngampus. Adik-adik saya jauh hari sebelum minggu kedua telah mengingatkan akan permohonan datang mengisi acara. Ya apalagi, saya tidak bisa dijauhkan dari organisasi. Jiwa saya hidup, dan bakat saya berkembang. Mungkin saya akan mati lebih cepat jika dilarang ini itu #alay
Sore dan pagi di kegiatan berbeda namun sama-sama menjumpai mahasiswa baru. Lihatlah, mereka jauh lebih cantik dan 'gagah' dari si pemateri. Hahaha. Dari tempat ini saya tersadarkan untuk terus berbagi, berbagi bukan karena saya memiliki lebih, tetapi karena saya ada.
Minggu keempat. Brebes, menuju desa bapak tercinta. Agenda rutin, silaturahim. Desa memberikan sebuah renungan tersendiri, ini bukan soal bau tanah khas setelah hujan lagi, pun atau jauh dari gemerlap kota. Desa memberikan satu kedamaian, dimana dunia hanya tentang menunggu mati atau menjemput rejeki dengan giat ke ladang. Para remaja tidak lagi sibuk kebingungan akan memakai baju apa, para anak riang bermain beralas tanah dan juga menantang terik bermain layangan, tanpa harus menangis karena tak memiliki hape. Para guru dan siswa mengayuh sepeda, jarang sekali polusi asap kendaraan, walau banyak juga yang harus berjalan kaki. Tempat ini mengajarkan tentang keserderhanaaan hidup. Sayangnya, satu dari agenda bersamamu ini belum terlaksanakan, tertahan karena satu alasan. Padahal bisa jadi tempat ini menjadi pemanis sebagai penutup perjalanan bersamamu, November ceriaku :)
Bukankah dalam hidup kita harus terus bergerak? Pastinya harus bermanfaat. Namun pertanyaannya, kuatkah kita terus bergerak? BISA, syaratnya dua: (1) make a list what you need and to do, (2) do your best :)
Asyik nih content blognya, selain berisi wawasan pengetahuan trnyata di dalamnya tersisip catatan kehidupan nan eksotis penuh dgan untaian sastra. Ra knp ga posting ttg ilmu bahasa inggris aja, lumayan klo trafficnya bnyk bisa full approved GA
BalasHapusBorgata Hotel Casino & Spa - MapYRO
BalasHapusCasino. 471 Borgata Way, Atlantic 부산광역 출장안마 City, NJ 08401 - Use this simple 오산 출장샵 form 속초 출장안마 to find hotels, motels, and other lodging 남양주 출장안마 near the Casino at Borgata Hotel 강원도 출장안마 Casino