Semua langkah pasti memiliki tujuan. Pun begitu dengan tugas akhir mahasiswa sarjana yang berkewajiban menyusun skripsi. Buku pasti memiliki judul, pun begitu dengan skripsi.(Umarah M. Edypoerwa)
Skripsi bukanlah sembarang tulisan, namun harus ditinjau
dari berbagai teori berdasar referensi sana-sini. Yaaaa as you know, bagaimana
mungkin menyusun skripsi sebelum ada judul? Ini sempat membuat saya sedikit
bimbang dengan berbagai pertanyaan sendiri
“mau fokus ke bidang apa? Listening, writing, grammar, vocabulary,
speaking atau reading?”
“mau analisis atau teaching?
“dimana ya? SMP, SMA, atau mahasiswa”
1.
Kamu lebih suka apa?
2.
Kamu nyaman dimana?
Kamu lebih suka apa?
Maksud dari pertanyaan ini mengarah pada mata pelajaran yang
akan kamu teliti. Saya sangat setuju jika ada kata-kata “Cintailah apa yang
kamu kerjakan. Lakukan dengan hati, semampumu”. Nah jadi hrus hati-hti dalam
menentukan judul skripsimu, cari dan ajukan sesuatu yang kamu suka. Suka disini
sudah sepaket dengan kemampuanmu yang memadai dalam pilihan tersebut. Kalau
kamu suka sastra, biasa pilih puisi atau novel. Kalau suka teaching, tentukan
kamu mau speaking, writing atau lainnya? Kalau kamu tidak begitu sreg mengjar,
bisa ambil analisis.
Ini penting, sangat penting. Kamu harus menyelesaikan tugas
akhir dengan maksimal dengan senang hati (yaa pastinya bercucuran keringat dan
nangis darah juga ditengah-tengah perjuangan. Hehe). Pastikan kalau penelitianmu akan bermanfaat dan memiliki hasil yang baru. Kenapa? Karena sebelum kamu sudah banyak, bahkan milyaran penelitian dalam penyusunan skripsi. Jadi kalau kamu meneliti apa-apa yang sudah banyak orang lain kerjakan, what for?? Apalagi kalau sampai plagiat. Parah. Untuk menentukan ini, kamu butuh banyak membaca. Serius. Hindari bidang yang bisa
menyusahkanmu (bukan ahlinya). Intinya hindari neko-neko (read macam-macam)
dalam menyusun skripsi. Seorang dosenku bilang: Skripsi itu yang penting kelar,
tepat waktu. Karena ini baru akan mengajukan judul, maka ajukan apa yang kamu
suka, dengan catatan: harus dipertanggungjwabkan saat sidang judul.
Kamu nyaman dimana?
Pertanyaan ini akan menutun kamu untuk memilih tempat
penelitian. Saya sarankan pilih tempat yang dekat dengan tempat tinggalmu. Ada
saja mahasiswa yang mencari atau menargetkan untuk penelitian di
sekolah-sekolah favorit (ini gak akan berpengaruh loh). Kenapa dekat rumah? Karena penyusunan
skripsi selain memeras tenaga, memaksa otak bekerja nonstop, juga akan merampok isi
dompet.
Setelah dua hal diatas sudah mantap kamu dapat, lalu ajukan dan buat penguji yakin atas pengajuan judulmu itu. Banyak kasus ditemukan ketika para mahasiswa stress karena judul merek ditolak. Ya alasan dari semua kejadian itu kebanyakan karena "judulmu sudah banyak diteliti.." Ada saja sih yang suka lulus (ya mungkin termasuk saya) tapi mau tahu kenapa bisa? Karena saya bermain strategi, tidak lempeng-lempeng seperti kebanyakan orang. Hehe. Saat sidang judul kalian akan ditanya dari dasar yang diteliti ,yaitu variabel. Kuatkn referensimu. Kalau kalian baru punya 10 buku dan belum memiliki satu jurnal, lebih baik urungkan. Cari dulu, cari lagi dan cari terus sebanyak mungkin bahan referensi yang menunjang skripsimu selesai.
Hal selanjutnya, yang sering dilupakan adalah penyusunan skripsi itu berbatas waktu; selama enam bulan. Kita tidak bisa melaksanakan penelitian sekarepe dewek apalagi yang berkaitan dengan sekolah yang memiliki kalender akademik, kesamaan materi, durasi waktu, mata pelajaran ada di semester gasal atau genap? Itu, harus dipikirkan jauh hari sebelum kalian meneliti. Banyak yang terbentur waktu, menunggu dan menunggu dan akhirnya tidak selesai tepat waktu. Dua hal bagi saya mat penting, yaitu referensi dan jadwal (jadwal disini banyak, mulai dari jadwal pribadi sampai jadwal sekolah. Pelajari dan wajib tahu silabus untuk yang mengambil teaching).
Allah Maha Pelimpah Kasih..
Pengumuman. Pengambilan berkas judul yang pernah diajukan tidak boleh diwakilkan. Dag dig dug, judul mana yang diterima. Doa saya kenceng atas judul pertama, juga pasrah jika harus judul kedua. Berdoa agar tidak harus mencari judul yang baru jika keduanya ditolak. Apa? Judul saya di ACC dua-duanya. Dua-duanya... disaat banyak yang harus mencari judul yang baru. Alhamdulillah.
Jelaslah saya pilih debat walau orang lain banyak bilang ribetlah, inilah, itulah. Skripsiku ya gawean aku, semampuku. Ingat ndak usah neko-neko. Hehe.. Semua pekerjaan dengan senang hati dan cinta akan terasa sangaaaatt ringan.
Setelah dua hal diatas sudah mantap kamu dapat, lalu ajukan dan buat penguji yakin atas pengajuan judulmu itu. Banyak kasus ditemukan ketika para mahasiswa stress karena judul merek ditolak. Ya alasan dari semua kejadian itu kebanyakan karena "judulmu sudah banyak diteliti.." Ada saja sih yang suka lulus (ya mungkin termasuk saya) tapi mau tahu kenapa bisa? Karena saya bermain strategi, tidak lempeng-lempeng seperti kebanyakan orang. Hehe. Saat sidang judul kalian akan ditanya dari dasar yang diteliti ,yaitu variabel. Kuatkn referensimu. Kalau kalian baru punya 10 buku dan belum memiliki satu jurnal, lebih baik urungkan. Cari dulu, cari lagi dan cari terus sebanyak mungkin bahan referensi yang menunjang skripsimu selesai.
Hal selanjutnya, yang sering dilupakan adalah penyusunan skripsi itu berbatas waktu; selama enam bulan. Kita tidak bisa melaksanakan penelitian sekarepe dewek apalagi yang berkaitan dengan sekolah yang memiliki kalender akademik, kesamaan materi, durasi waktu, mata pelajaran ada di semester gasal atau genap? Itu, harus dipikirkan jauh hari sebelum kalian meneliti. Banyak yang terbentur waktu, menunggu dan menunggu dan akhirnya tidak selesai tepat waktu. Dua hal bagi saya mat penting, yaitu referensi dan jadwal (jadwal disini banyak, mulai dari jadwal pribadi sampai jadwal sekolah. Pelajari dan wajib tahu silabus untuk yang mengambil teaching).
Cerita Saya..
Sesibuk apapun kegiatan organisasi saya, akademik tetap secara serius saya perhatikan. Memasuki semester enam sebelum terjun ke sekolah untuk mengikuti PPL, saya sudah memikirkan judul skripsi. Saya sudah mantap untuk mengambil teaching, dengan mata kuliah speaking. Kenapa? Karena saya suka dan saya tidak mau ambil pusing untuk alasan itu. Hahaa. Metode dan strategi apa? Debate. Kenapa? Karena dari dulu saya sudah cinta. Hehe. Mulai saat itu saya meluangkan waktu untuk ke perpustakaan atau secra online mencari referensi dan contoh skripsi yang seminat dengan pilihan. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, Dia mengijinkan saya untuk bertemu dengan orng-orang hebat nan baik hati untuk membimbing, mempermudah skripsi saya.
Memasuki semester tujuh saya bertemu dengan seorang senior (2 tahun angkatan diatas saya) dalam sebuah acara training organisasi yang kebetulan saat itu saya selaku ketua pelaksana. Saya selalu berusaha menikmati dan memanfaatkan waktu yang ada. Tidak banyak mahasiswa yang sanggup beraktivitas dan menikmati organisasi, apalagi mahasiswa tingkat akhir. Yaa, apa boleh dikata, bagi saya organisasi adalah jiwa. Benar saja, Allah mempermudah langkah saya! Ternyata kakak senior tersebut dulunya meneliti tentang debat. Alhasil, setelah dia selesai memberi materi, saya dengan semangat bertanya ini-itu tentang skripsi, referensi, pengalaman, dan hambatan. Allah Maha Penyayang, Dia Maha Penolong.. beliau memberikan saya satu folder berisikan data skripsinya. Lengkap beserta ebook dan jurnal-jurnal. Alhamdulillah, ini sangat mahal dan bisa saya dapat melalui kegiatan yang banyak orang anggap penuh kesibukan. Ya intinya saya senang! Hehe.
Allah Maha Memulai
Saat pendaftaran pengajuan judul dibuka saya sudah mantap memilih, dengan suka dan cinta. Hehe.. Banyak dari temn-teman bertanya hal yang sama "Ara judulmu apa? penelitian dimana?" --- ya saya jawab "tentang debate, speaking gitu.. iya ambil teaching, di dekat rumah sajalah, gak usah jauh-jauh.." Seorang teman pernah menegur kalau saya tidak usah menjawab karena bisa jadi nanti dia mencuri judul kita. Bisa jadi nanti judul kita sama dan judul kita yang ditolak. Lah sih udah kaya barang antik aja! Benar saja, suatu hari saya dibuat takut dan ciut karena mendengar kalau ada salah seorang dari ratusan mahasiswa bahasa Inggris memilih topik tentang debat. Deg! Bagaimana ini, saya dibuat gentar. Jadi saya ambil alternatif mengajukan dua judul, judul cadangan. Saya pontang-panting membaca dan mencari, tetap tentng speaking dan teaching.. saya tinggal mencari strategi baru. Alhamdulillah, saya menemukan dan tertarik dengan Three Step Interview. Well, saya mulai membaca lebih tentang TSI, mulai mencintai, karena bisa jadi malah judul cadangan ini yang di ACC penguji sidang. Saya tidak ingin mati kaku atas pilihan yang saya buat. Yaa bismillah, saya ajukan keduanya. Bismillah...
Allah Maha Pelimpah Kasih..
Jelaslah saya pilih debat walau orang lain banyak bilang ribetlah, inilah, itulah. Skripsiku ya gawean aku, semampuku. Ingat ndak usah neko-neko. Hehe.. Semua pekerjaan dengan senang hati dan cinta akan terasa sangaaaatt ringan.
0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung ^_^